Headlines News :
Home » » CARA MENULIS PUISI

CARA MENULIS PUISI

Written By dede on Friday, March 16, 2012 | 6:59 PM

Kali ini saya akan mencoba membahas sedikit tentang cara menulis puisi, idenya muncul saat beberapa siswa saya mengaku kesulitan dalam membuat puisi untuk ujian prakteknya, dari situ saya berfikir tidak semua orang lancar dala menulis puisi apalagi dalam keadaan tertekan dan tema yang sudah ditentukan, hal-hal tersebut juga merupakan faktor penghambat dalam penulisan sebuah karya sastra seperti puisi.

Puisi merupakan bentuk tertua dari karya sastra, sebelum manusia mengenal tulisan - sebelum ditemukannya abjad-, manusia telah mengarang puisi dan menceritakan satu sama lain. banyak kebudayaan yang menceritakan sejarah mereka dalam bentuk puisi panjang dan diceritakan secara turun temurun dari satu penutur ke penutur lainnya.

Kita mungkin mengira bahwa menulis puisi sangatlah sukar, karena terikat aturan-aturan yang banyak, sebagian memang benar, kalau kita mau menulis puisi seperti Shakespeare, kita perlu belajar pentameter iambik - suatu ritme khusus. Atau kalau kita ingin menulis sajak limerick,  kita perlu tahu bahwa limerick merupakan puisi lima baris dengan ritme dan rima tertentu, dan lain sebagainya.

Secara umum, puisi mengungkapkan perasaan, kasih sayang, lucu, marah, jengkel, kecewa bahagia dan lain sebagainya. kebanyakan puisi memiliki ketukan atau ritme seperti lagu.

Akan tetapi perlu diingat bahwa puisi tidak harus cengeng, kita tidak boleh menganggap puisi hanyalah gambaran dari perasaan sedih, bahwa puisi selalu identik dengan deraian air mata, isak tangis atau helaan nafas kekecewaan, ini tentu salah. banyak sastrawan menulis puisi yang lucu, semangat dan bahkan berdarah-darah, artinya bahwa beda penyair, beda pula karakter puisi dan rima serta tema puisinya.

Berbicara tentang rima, kadang penulis pemula terlalu memaksaakan diri untuk menulis puisi yang ber-rima, sebenarnya penulisan puisi tidak harus berima, malah apabila kita terlalu memaksakan diri untuk menulis puisi dengan rima kadang hasilnya akan konyol.

Umumnya, puisi yang kita tulis harus menyampaikan suatu perasaan yang sangat ingin kita sampaikan. dan puisi juga kadang harus diucapkan dengan suara, karena puisi biasanya memuat lebih sedikit kata dibanding karya sastra lain seperti essai atau cerita. dalam hal ini kita harus berhati-hati dalam memilih kata, hendaknya mencoba dulu beberapa kata sampai kita menemukan kata yang tepat untuk digunakan dalam puisi kita.

Seperti halnya bentuk tulisan lain, puisi harus memiliki topik, tujuan dan target pendengar yang jelas. Nah, pada tahap inilah pemula kadang merasa kesulitan dalam menentukan topik puisi yang akan ditulis. sebelum menentukan topik, kadang di otak kita telah siap ratusan kata-kata yang siap untuk ditulis, namun ketika akan dikerucutkan menjadi satu topik, kita merasa kata-kata itu tidak cocok atau bahkan hilang sama sekali.

Idealnya, dalam menulis puisi, kita tidak boleh terlalu memaksakan diri, biarkan saja imajinasi kita melayang hingga menemukan sesuatu yang patut untuk kita terjemahkan ke dalam suatu tulisan indah yang nantinya akan bisa dinikmati orang lain sebagai suatu karya sastra yang patut diperhitungkan.

sebagai latihan, cobalah memilih salah satu bentuk dibawah ini.

Puisi Ajektif.

  • buatlah daftar empat ajektif/kata sifat tentang diri kita sendiri, misalnya kalem, pemalu, suka humor, atau kurus.
  • Buatlah empat ajektif orang yang paling kita suka untuk dijadikan teman, misalnya ramah, luwes, atletik, populer
  • setelah itu cobalah tumpk kata sifat itu seperti bata.
kalem
pemalu
suka humor
kurus
ramah
supel
atletik
populer

Puisi Keterangan tempat
  • buatlah daftar keterangan tempat, misalnya di dalam, di bawah, di atas, di antara, dibalik, di dekat dan lain-lain
  • kemudian ubahlah masing-masing keterangan tempat tersebut menjadi satu frasa. misalnya: Di dalam hutan lebat, Di bawah sinar rembulan, di atas rerumputan, di antara pepohonan pinus, di balik awan yang berarak, di dekat sebuah gubuk  dan lain-lain.
Usahakan jangan malu-malu, biarkan diri kita melaju! kita mungkin mengira bahwa mustahil kita bisa membuat puisi , akan tetapi lebih dari itu puisi memberikan kita kebebasan untuk bereksperimen dan bermain dengan kata-kata dibandingkan dengan tulisan jenis apapun.

Kalau mungkin cara latihan di atas terasa sulit, mungkin bisa dicoba cara paling mudah yaitu mengutip kata-kata atau frasa dari apa yang kita temukan sehari-hari, misalnya dari koran, majalah, buku dan lain sebagainya. cobalah potong bagian kalimat yang menarik perhatian kita, dan kumpulkan serta susunlah sesuai keinginan kita, cobalah rubah susunannya sampai kita menemukan susunan yang pas untuk kita beri nama "Puisi hasil Karyaku", contoh:

Sesuatu
        Yang sangat dingin
menusuk
  jantung
MENGINGATKAN
Aku pada suatu senja
         MERAH LAKSANA DARAH
PANAS
SEPERTI BARA

Nah, potongan-potongan kalimat itu disusun menjadi satu kesatuan sampai kita menemukan sebuah bentuk yang pas untuk dijadikan sebuah puisi.

Sekian dulu, nanti kita lanjutkan, karena makan malam saya sudah menunggu dari tadi, kalau dibiarkan sampai dingin nanti tidak enak. selamat mencoba.....



Share this article :

4 comments:

  1. Memang terkadang seorang yang belajar berpuisi atau membuat puisi, itu seperti membuat pantun yang punya rima atau akhiran sama sob. Saya dulu juga seperti itu.. hahahaha....

    Uraian tentang menulis puisinya cukup bisa dimengerti, semoga bisa membantu semua teman yang senang membuat puisi... Happy blogging sob :)

    ReplyDelete
  2. makasih son, saya banyak belajar dari Anda sobat...

    ReplyDelete
  3. makasih gan infonya..lmayan bwt masukan jg niihh..

    ReplyDelete
  4. Mantap ,,,,
    Tiang tertarik sanak, artikel niki bagus gati
    tampi asih

    ReplyDelete

 
Copyright © 2011. Diagram Band - All Rights Reserved